Wabup Nagan Raya Tidak Masuk Kantor Karena Diminta Diam Oleh Bupati

Suka Makmue, – Wakil Bupati Nagan Raya, Aceh, Chalidin Oesman membenarkan dirinya sudah berbulan-bulan tidak masuk kantor menjalankan tugas sebagai wakil kepala daerah di kabupaten tersebut.

“Tugas saya yang tersirat saat ini disuruh menonton dan diam oleh Bupati. Jadi, saya sedang melaksanakan tugas tersebut sekarang,” ketus Chalidin Oesman yang dikonfirmasi dari Suka Makmue, Sabtu.

Chalidin Oesman tidak membantah sudah lama tidak masuk kantor menjalankan tugasnya sebagai orang nomor dua di Pemerintah Kabupaten Nagan Raya.

Chalidin Oesman beralasan selain sedang berobat karena sakit di Jakarta, dirinya mengaku selama ini pimpinan daerah menugaskan dirinya diam seperti “patung”.

“Jadi ya, yang namanya pembantu bupati diminta bantu untuk diam, ya saya diam saja. He… he… he…,” tulis Chalidin.

Chalidin Oesman menegaskan tugas seorang wakil bupati itu membantu bupati. Namun, dirinya tidak bisa menjalankan tugas sebagai wakil bupati karena selama ini tidak diberi ruang gerak untuk berbuat kepada masyarakat

Menurut Chalidin Oesman, dirinya tidak pernah mendapatkan laporan apa pun. Dirinya juga tidak menyalahkan bawahan karena kondisi telah diciptakan sedemikan rupa,

Kondisi seperti ini membuat mereka harus bekerja sesuai dengan karakter bosnya, bukan lagi sesuai tugas pokok dan fungsi,” kata Chalidin menegaskan.

Ia juga menyadari sampai saat ini belum bisa berbuat banyak kepada masyarakat Kabupaten Nagan Raya yang telah memilih dirinya pada pilkada 2017.

Jika saat ini masyarakat banyak yang kecewa, kata Chalidin Oesman, dirinya sangat memakluminya Masyarakat tidak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi.

“Mereka tidak tahu kalau saya dulu wakil pawang laut ketika masih berada di laut. Tapi begitu sampai ke darat, wakil pawang laut tergantikan dengan para tengkulak daratan,” tulis Chalidin.

Dengan kondisi seperti ini, Chalidin Oesman meminta kepada masyarakat agar bersabar karena semua perangkat pemerintah daerah bekerja untuk rakyat.

“Maaf, waktu saya saat ini lebih banyak di Jakarta karena sedang berobat. Jangan risau karena Wakil Bupati sering tidak ada di tempat,” kata Chalidin Oesman.

“Ada atau tidak adanya wakil bupati di tempat, tidak ada pengaruh sama sekali terhadap kegiatan pemerintahan. Semua kegiatan pemerintah tetap berjalan,” katanya menegaskan.

Chalidin Oesman juga menegaskan semua kegiatan pemerintahan di Kabupaten Nagan Raya, tidak satu pun membutuhkan disposisi atau tanda tangan dirinya sebagai wakil bupati.

“Semua cukup dengan Bupati dan Sekda Tupoksi telah terabaikan dan semua bertumpu di tangan Bupati. Wakil bupati cukup sebagai penonton dan diam di tempat,” pungkas Chalidin Oesman. (Ant)