Ratusan Hektar Sawah Petani Terancam Gagal Panen

Idi, Aceh, – Petani di sejumlah desa di Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur mengeluh, pasalnya ratusan hektar sawah terancam gagal panen karena kekeringan.

Masyarakat berharap kepada pemerintah untuk segera menyelesaikan pembangunan irigasi yang selama ini terhenti didaerah itu.

“Sudah berjalan 4 tahun namun baru siap dikerjakan sepanjang sekitar 10 km dari volume 42 km. Untuk proyek terhenti sudah 3 tahun sehingga para petani tidak bisa bercocok tanam yang hanya menggarab sawah tadah hujan,” kata salah seorang tokoh masyarakat Masri Jafar, di Kecamatan Pante Bidari, Minggu (9/2).

Dikatakannya, pembangunan proyek irigasi itu merupakan salah satu program strategis nasional Presiden Jokowi dalam mendongkrak perekonomian masyarakat terutama dalam capaian target swasembada pangan nasional. Sehingga ditargetkan dalam jangka 3 tahun proyek sudah selesai.

“Namun sampai awal tahun 2020 ini baru volume 41 kilo meter yang sudah terealisasi sepanjang 10 kilo meter,”kata Masri.

Lanjutnya, seharusnya bangunan irigasi tersebut sudah dapat dimanfaatkan petani mulai Tahun 2019 seperti Kecamatan Julok, dan Kecamatan Nurussalam.

Maka dari itu dirinya berharap pihak terkait untuk segera menyelesaikan irigasi Sayap Kanan Pante Bidari yang terhenti itu supaya sawah didaerah tersebut tidak lagi mengalami kekeringan seperti saat ini.

“Untuk mencukupi kebutuhan air harus memiliki jaringan irigasi, sehingga para petani tidak terlalu bergantung pada air hujan. Jika irigasi sayap kanan selesai maka petani kita dapat bercocok tanam dalam setahun dua kali,” kata Masri Jafar.

Sementara pihak Manager Perusahaan PT Selaras Mandiri Sejahtera dan PT Nangka Sampurana KSO Janjang Gusnandar mengatakan proyek ini masih dilanjutkan namun menunggu koordinasi dari kementerian PUPR setempat.

“Saya rasa kendala tidak ada yang signifikan, kita per tahun itu ada target, seperti di tahun ini 70 persen sudah kita capai dan kegiatan yang sekarang ini kegiatan untuk mengisi waktu kegiatan yang ke depan, karena untuk ke depannya kita masih menunggu dan saya selaku kontraktor hanya pelaksana. Jadi target dan segala macamnya itu ditentukan oleh pihak dinas,”kata Janjang Gusnandar.(Ant)