Polisi di Aceh Utara Cegah Pemuda Dari Pengaruh Buruk Globalisasi

Lhoksukon, Aceh, – Petugas Bhabinkamtibmas Polsek Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh melakukan sosialisasi bagi para pemuda di daerah itu guna mencegah generasi penerus bangsa ini dari pengaruh buruk globalisasi.

Kapolsek Langkahan Iptu Samsul Bahri di Aceh Utara Rabu malam mengatakan sosialiasi tersebut berlangsung di beberapa titik di Gampong (desa) Blang.

“Sosialisasi yang dilakukan petugas Bhabinkamtibmas Brigadir Irvan pada hari ini berlangsung di Gampong Blang, dengan sasarannya adalah pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum,” kata Samsul Bahri menerangkan.

Adapun sosialisasi di Gampong Blang yang dilakukan di beberapa tempat atau terpisah- pisah ini di antaranya diedukasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan obat- obatan terlarang lainnya.

Kemudian sosialisasi soal keberagamaan, pergaulan bebas hingga seks bebas dan pemeliharan keamanan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di daerah itu.

Tak cukup di situ, petugas Bhabinkamtibmas Brigadir Irvan juga mengedukasi masyarakat tentang berlalu lintas dengan baik dan benar.

Sosialisasi dimaksud mengingat saat ini kebudayaan asing telah mempengaruhi generasi penurus bangsa ini dan sampai pada level mengawatirkan.

Sebagai contoh adalah pergaulan bebas dan seks bebas, sementara kebudayaan seperti itu tidak cocok dan bertentangan dengan syariat Islam.

“Untuk itu sebagai remaja harus membiasakan berpikir panjang ke depan sebelum melakukan sesuatu hal, apalagi yang belum kita ketahui dampak baik dan buruknya bagi diri kita, keluarga dan orang lain,” sebutnya.

Pihaknya berharap melalui sosialisasi seperti ini, generasi penerus bangsa ini terhindar dari pengaruh buruk globalisasi.

Menurut polisi salah satu di antaranya pengaruh besar negatif globalisasi itu adalah melalui internet dan tentunya itu harus disosialisasi ke para muda- mudi guna mencegah hal buruk.

Samsul Bahri mengatakan di era globalisasi seperti saat ini maka semua elemen masyarakat harus bahu- membahu menyelamatkan generasi penerus dari pengaruh buruk globalisasi.

“Karena generasi muda adalah tulang punggung bangsa, yang diharapkan di masa depan mampu meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini agar lebih baik lagi,” katanya.

Tentu saja dalam mempersiapkan generasi muda juga sangat tergantung kepada kesiapan masyarakat yakni dengan keberadaan budayanya. (Ant)