Pemko Banda Aceh Matangkan Rencana Pembangunan Hotel dan Mal Investor Malaysia

Banda Aceh, – Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh mematangkan rencana pembangunan hotel dan mal di kawasan bekas Terminal Keudah dengan memanfaatkan lahan seluas 11,7 ribu meter persegi oleh investor dari Malaysia, yakni Nun Utama Holdings.

“Pembahasan rencana pembangunan Truth Hotel dan Mal telah berlangsung kemarin di ruang rapat wali kota Banda Aceh,” kata Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman di Banda Aceh, Jumat.

Dalam rapat tersebut, lanjut dia, terdapat gambaran bahwa hotel yang dibangun investor tersebut setinggi 17 lantai dengan memakai lahan milik Pemko Banda Aceh, dan juga bakal difungsikan sebagai mal.

Ia menyebut, bangunan hotel itu sendiri akan memiliki fasilitas total 228 kamar, dan lima lantai di antaranya bakal difungsikan untuk mall dari lokasi terminal yang dewasa ini sudah terbengkalai, karena masih difungsikan angkutan kota jenis labi-labi yang sudah tergerus zaman.

“Jika bangunan ini terealisasi, maka akan jadi ikon baru Kota Banda Aceh. Sehingga dapat menampung kunjungan wisatawan domestik, dan mancanegara,” tuturnya.

Ia mengaku, kehadiran hotel serta pusat perbelanjaan itu nantinya dapat mengundang investor lainnya baik dalam negeri maupun asing untuk berinvestasi di ibu kota provinsi paling barat Indonesia ini.

Wali kota menambahkan, selain rencana pembangunan Hotel Teras Kita, dan beberapa hotel lainnya, dan wahana permainan anak-anak yang masih dalam tahap pembangunan, yakni seperti Trans Studio Mall.

“Yang kita harapkan adalah dengan kehadiran hotel dan mal ini, dapat menyerap tenaga kerja. Lalu akan meningkatkan pendapatan daerah terutama dari hotel maupun dari kegiatan-kegiatan di sekitar hotel dan mal,” ujar Aminullah.

General President Nun Utama Holdings, Faza Al Farisi dalam keterangan tertulis mengaku, pembangunan hotel dan mal tersebut sesuai rencana awal Pemko Banda Aceh.

“Yang jelas, tak lama lagi kita wujudkan hotel dan mal di Banda Aceh,” katanya (Ant)