Haji Ramli MS: Semua Tuntutan Mahasiswa Sudah kita Tindaklanjuti Oleh Pemda

Meulaboh – Bupati Aceh Barat Haji Ramli MS mengatakan semua tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa telah ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah, sesuai dengan aspirasi yang sudah disampaikan sejak sepekan lalu.

“Semua tuntutan dari adik-adik mahasiswa sudah kita penuhi, tapi mengapa masih demo hingga tengah malam begini. Kasihan mereka,” kata Ramli MS yang dihubungi ANTARA, Rabu malam.

Ada pun poin tuntutan yang sudah ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, kata Ramli MS, diantaranya seperti mengevaluasi jabatan Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Kabupaten Aceh Barat, mengevaluasi kinerja Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Aceh Barat, psikolog, termasuk ruang anak.

Ramli MS menjelaskan, berdasarkan hasil evaluasi terhadap kinerja Kepala Dinas Satpol PP WH Aceh Barat sejauh ini pemerintah daerah tidak menemukan adanya indikasi pelanggaran yang dilakukan, termasuk saat melakukan pengamanan ketika adanya aksi unjukrasa di depan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Aceh Barat pada awal November lalu.

“Satpol PP bekerja sesuai prosedur, tidak ada prosedur yang dilanggar,” kata bupati.

Terhadap adanya oknum Satpol PP yang diduga melakukan kekerasan saat demo, kata bupati, juga sudah dinonaktifkan dan saat ini sedang menjalani proses hukum di Mapolres Aceh Barat.

Khusus terhadap tuntutan agar psikolog yang ditempatkan di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Aceh Barat agar dievaluasi, juga sudah dilakukan evaluasi dan kini tidak lagi bekerja.

Terhadap adanya tuntutan ruang anak atau ramah anak di dinas terkait, juga selama ini memang telah lama ada.

“Jadi, semua poin tuntutan adik-adik mahasiswa sudah dipenuhi, tapi mengapa masih terus demo sampai malam hari begini, kasihan mereka,” kata Ramli MS.

Ramli MS menegaskan dirinya sangat berterima kasih dan mengapresiasi sikap mahasiswa di Aceh Barat, yang selama ini sangat peduli dengan persoalan di daerah termasuk dengan kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan.

Namun ia berharap para mahasiswa agar terus menyuarakan kepentingan rakyat banyak sesuai dengan demokrasi, dan batasan-batasan yang ada sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

“Saya tidak keberatan dengan aksi demo adik-adik mahasiswa, namun yang saya heran mengapa mereka nekat demo malam-malam begini, kasihan adik-adik mahasiwa ini, kalau mereka sakit siapa yang akan bertanggungjawab?,” kata Ramli MS.(Ant)