Polda Aceh: Masyarakat Belajar Dari Lonjakan Covid-19 di India

Aceh – Seluruh lapisan masyarakat dan instansi terkait di jajaran Pemerintah Aceh harus belajar dari ‘tsunami’ Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di India yang kini diinformasikan dalam kondisi sangat mencekam.

Saban hari, ratusan ribu warganya terinfeksi virus corona. Angka kematian melonjak tajam.

Petugas rumah sakit pun, mulai kewalahan memenuhi kebutuhan oksigen bagi pasien-pasien yang terpapar corona.

Hal tersebut disampaikan Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs Wahyu Widada MPhil, dalam sambutannya saat membuka Rakor Lintas Sektor pengamanan Idul Fitri 1442 H Tahun 2021 di Aula Machdum Sakti Mapolda Aceh, Selasa (4/5/2021).

Kapolda mengungkapkan, rakor lintas sektor itu sengaja digelar mengingat Lebaran kali ini masih dalam situasi pandemi.

Karena kali ini, selain untuk pengamanan Lebaran, pihaknya juga harus tetap fokus pada pencegahan Covid-19.

“Kita harus belajar dari lonjakan kasus di India. Kita tidak boleh lengah dan cuma fokus pada pengamanan Lebaran saja, akan tetapi pencegahan dan penerapan protkes juga sangat penting dalam situasi seperti sekarang ini. Jangan sampai setelah lebaran nanti, Aceh menjadi zona merah akibat kelengahan dan pembiaran kita selama lebaran nanti,” tegas Kapolda.

Oleh karena itu, Kapolda mengajak para pihak menyatukan tekad dan niat untuk sama-sama memikirkan langkah-langkah pencegahan menurut tupoksi dan keahlian masing-masing untuk menyelamatkan masyarakat, khususnya Aceh.

Sementara itu, Gubernur Aceh, yang diwakili oleh oleh Kakesbangpol Drs Mahdi Efendi mengatakan, sebagaimana kita ketahui bersama, saat ini pandemi menjadi ancaman di berbagai negara termasuk Indonesia, khususnya Provinsi Aceh.

Mahdi juga mengatakan, Lebaran merupakan momen penting yang perlu kita antisipasi, di mana nanti akan menjadi lonjakan kerumunan dengan berbagai tradisi yang berpotensi menyebarkan Covid-19.

Oleh karena itu, dalam amanat gubernur tersebut, Mahdi mengajak seluruh SKPA dan instansi pemerintah terkait lainnya untuk bahu membahu membantu Polda Aceh dan Kodam IM dalam hal pencegahan Covid-19.

“Mari kita satukan kekuatan kita untuk meredam penyebaran Covid-19 demi menyelamatkan masyarakat Aceh,” tutupnya mengakhiri pesan gubernur.

Selanjutnya, Pangdam IM melalui Kasdam IM Brigjen TNI Joko Purwo Putranto MSc menyampaikan, Kodam IM sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Polda Aceh selama ini dalam rangka menciptakan Kamtimbas yang kondusif.

Kodam IM juga sangat mendukung Operasi Ketupat Seulawah yang diselenggarakan Polda Aceh, sebagai upaya untuk mengantisipasi baik pelanggaran mudik maupun pelanggaran Protkes.

“Kodam IM sudah memerintahkan jajaran untuk bersinergi dengan Polri dan instansi pemerintah untuk sama-sama membantu memberikan rasa aman kepada masyarakat dan meningkatkan disiplin Protkes selama pandemi,” sebut Kasdam IM.

Setelah itu, dilanjutkan dengan pemaparan yang berkaitan dengan potensi ancaman dan indikator keberhasilan Operasi Ketupat Seulawah oleh Karo Ops Polda Aceh Kombes Pol Drs Agus Sarjito dan dilanjutkan dengan penyampaian pendapat oleh perwakilan lintas sektor Provinsi Aceh.

Rakor Lintas Sektor tersebut dihadiri oleh seluruh Kepala Dinas Pemerintah Aceh, Pejabat Utama Polda Aceh, dan berbagai instansi terkait lainnya. (Tbn)