Pemerintah Akan Tulis Nama Pasien COVID-19 di Media Massa Bukan Lagi Inisial

Meulaboh – Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat bersama Pemerintah Aceh akan mengumumkan atau menyampaikan identitas nama pasien COVID-19, sebagai salah satu upaya untuk menekan penularan kasus virus corona di daerah ini.

“Jadi, kalau selama ini identitas pasien COVID-19 ditulis secara inisial, ke depan identitasnya akan dipublikasikan melalui pemberitaan media massa,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat Syarifah Junaidah di Meulaboh, Selasa.

Penegasan ini ia sampaikan usai mengikuti rapat virtual bersama Forkompimda Aceh Barat bersama Forkompimda Aceh di ruang rapat Bupati Aceh Barat di Meulaboh.

Sebelumnya dalam rapat virtual yang berlangsung pada Selasa siang, Forkompimda Aceh menyatakan sepakat akan mempublikasikan identitas pasien COVID-19 dengan dipublikasikan dengan jelas, dan tidak lagi memuat nama dalam bentuk inisial termasuk menyebutkan lokasi desa tempat pasien menetap.

Menurut Syarifah Junaidah, publikasi identitas pasien COVID-19 tersebut bertujuan agar masyarakat yang berada di sekitar pemukiman, bisa mengetahui bahwa ada warga di desanya terpapar COVID-19.

Sehingga kemudian masyarakat diharapkan agar lebih waspada, dan meminta agar masyarakat terus meningkatkan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah.

Selain itu, publikasi nama pasien yang dinyatakan positif tersebut juga sebagai upaya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa COVID-19 benar adanya.

Hal ini juga sebagai upaya agar masyarakat lebih waspada dan mawas diri, sehingga tidak ikut terpapar COVID-19.

“Jadi, COVID-19 bukanlah sebuah aib dan tidak perlu dikhawatirkan. Jika masyarakat memiliki gejala pilek, flu atau batuk, silahkan berobat ke Puskesmas terdekat agar bisa mendapatkan pengobatan,” kata Syarifah Junaidah menegaskan. (Ant)