Lahan Gambut Ditanami Sawit Terbakar Di Langsa

Banda Aceh  – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyatakan tiga hektare kawasan gambut yang ditanami kelapa sawit hangus terbakar di Dusun Keluarga, Gampong (Desa) Medang Ara, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, Provinsi Aceh.

Kepala Pelaksana BPBA, Sunawardi di Banda Aceh, Ahad mengatakan peristiwa terbakar lahan kelapa sawit yang terjadi Sabtu (11/4) tersebut berlangsung tiga jam lebih, setelah petugas mengerahkan tiga armada pemadam kebakaran (Damkar).

“Kemarin sekitar pukul 15.25 WIB, kita terima laporan bahwa di Dusun Keluarga, Gampong Medang Ara terbakar. Kita langsung berkoordinasi mengupayakan pemadaman, dan api baru padam sekitar pukul 19.00 WIB,” ujarnya.

Ia mengaku proses pemadaman tersebut melibatkan tim reaksi cepat, tim Damkar Pos Timur, tim Damkar Pos Arakundo, unsur TNI/Polri, dan dibantu oleh masyarakat setempat.

Kawasan gambut yang dalam kondisi kering akibat musim kemarau ini merupakan milik enam orang penduduk setempat yakni Munir, Zakaria, Sumarno, Paimin, dan Sofyan.

“Sementara untuk kronologisnya, hingga kini termasuk asal api masih dalam penyelidikan pihak berwajib,” tegas dia.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut hujan berpotensi melanda wilayah barat-selatan Aceh akibat penguapan air laut terutama dari Samudera Hindia yang diperkirakan akan berlangsung hingga pekan depan.

“Beberapa hari ke depan, waspada terhadap banjir. Terutama wilayah barat-selatan, karena daerah ini berhadapan langsung dengan Samudera Hindia,” ujar Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Blang Bintang, Zakaria Ahmad.

Namun, lanjutnya, wilayah lain di Aceh meliputi utara-timur dan tengah berpotensi dilanda hujan dengan intensitas ringan, seperti Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, dan Aceh Tamiang.

Meski demikian, katanya, wilayah di provinsi paling barat Indonesia tersebut belum bisa dikategorikan aman dari bahaya kebakaran hutan dan lahan, terutama di utara-timur dan tengah yang merupakan daerah dataran tinggi.

“Untuk di Aceh, masih kurang aman dari bahaya kebakaran. Masih ada potensinya. Kita minta instansi terkait tetap waspadai kebakaran hutan dan lahan, dan juga angin kencang,” tegas Zakaria. (Ant)