BPBD: Pengungsi Akibat Dampak Asap Gas Beracun Dari Sumur Alue Siwah-11 Mencapai 302 Orang

Aceh Timur – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur menyatakan pengungsi akibat dampak asap gas beracun dari sumur Alue Siwah-11 milik PT Medco E&P Malaka mencapai 302 orang.

“Ke-302 pengungsi itu berasal dari tiga dusun di Desa Paton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Kabupaten Aceh Timur,” kata BPBD) Aceh Timur Ashadi.

Ashadi menyebutkan pengungsi tersebut 170 orang dari Dusun Bukit Mamplan, Dusun Bukit Panyang mencapai 122 orang dan dari Dusun Seunebok Tuha sebanyak 10 orang.

“Mereka mengungsi ke Kantor Camat Banda Alam Desa Panton Rayeuk M untuk menghindari keracunan gas. Kami menyiapkan dua unit tenda dan ambal di lokasi pengungsi,” kata Ashadi.

Ashadi mengatakan semua pengungsi tertangani dan sampai saat ini kondisi aman terkendali. Tapi, kapan mereka bisa kembali ke rumah, BPBD Aceh Timur belum bisa memastikannya.

Kepala Dinas Sosial Aceh Timur Elfiandi mengatakan pihaknya juga telah membuka dapur umum sejak hari pertama mengungsi di lokasi pengungsian.

“Untuk logistik pengungsi aman, seluruh pengungsi tertangani seluruhnya,” kata Elfiandi.

Sebelumnya, puluhan warga di Desa Panton Rayeuk T, Banda Alam, Aceh Timur, tumbang akibat terhirup gas beracun yang berasal dari kegiatan flaring atau pembakaran gas Sumur AS-11 PT Medco EP Malaka, Jumat (9/4) pagi. (Ant)