Beranda Banda Aceh Gubernur Aceh Ajak Kaum Muda Kuasai Teknologi Digital

Gubernur Aceh Ajak Kaum Muda Kuasai Teknologi Digital

Banda Aceh – Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengajak kaum muda untuk menguasai teknologi digital dan menjadikannya sebagai sarana membangun peradaban bangsa.

“Penguasaan teknologi digital menjadi indikator kemajuan suatu bangsa dan menjadi salah satu strategi dalam beradaptasi dengan perkembangan zaman,” kata Nova Iriansyah di sela-sela membuka kegiatan “Literasi Digital Netizen Fair” (LDNF) di Banda Aceh, Selasa

Ia menjelaskan warganet Indonesia khususnya Aceh bisa berkembang lebih modern dengan tidak melupakan nilai-nilai kebangsaannya.

Menurut dia literasi Digital Netizen Fair adalah salah satu ruang untuk mengajak masyarakat untuk lebih melek terhadap digital, sehingga sisi positif dan negatif teknologi digital ini dapat dipahami bersama.

Nova mengatakan penerapan teknologi digital semakin masif digunakan bahkan di berbagai sistem kehidupan, guna untuk mendorong kinerja agar dapat berjalan lebih efektif, efisien, cepat, dan murah.

“Sistem digital juga akan menjadi landasan utama dalam melakukan berbagai kegiatan meliputi komunikasi, pendidikan, pengembangan bisnis, kesehatan, dan juga perbankan,” katanya.

Dalam dua tahun belakangan sejak merebaknya pandemi COVID-19, peningkatan pasar digital di Indonesia melonjak drastis, berbagai platform teknologi digital tumbuh menjamur, sehingga membuat persaingan semakin tajam.

Nova mengatakan melalui fenomena tersebut sudah seharusnya generasi muda Aceh untuk lebih melek terhadap teknologi digital dan memanfaatkan peluang besar untuk mengembangkan usaha baru yang bersifat e-commerce, sehingga pemuda secara tidak langsung akan turut berperan dalam mendorong kemajuan sosial dan ekonomi masyarakat.

Nova menambahkan ada empat alasan mengapa generasi muda Indonesia khususnya Aceh harus ikut andil dalam semangat melek digital, yaitu, karena tingginya populasi usia produktif di Indonesia, berdasarkan data tahun 2019 sebanyak 270 juta jiwa dengan 50 persennya berada dalam rentang usia di bawah 30 tahun.

Kedua, tingginya penggunaan gawai cerdas di Indonesia, di mana berdasarkan data Statistik hingga akhir 2019 mencapai 63 persen dan diprediksikan pada tahun 2025 akan mencapai 89 persen.

“Tingginya jumlah pengguna gawai cerdas, menjadi salah satu bisnis digital semakin berkembang cepat,” katanya.(Ant)